MMMM Coffee Malang Review


Salam Sejahtera!

Di post pertama ini, saya akan mereview sebuah tempat ngopi yang unik, rasanya muasuk, tapi berbeda dari yang lain.

Yap, sesuai judul, nama tempatnya adalah MMMM. Cafe ini ada di jalan arteri kota Malang, tepatnya di jalan Basuki Rahmat. Pertama-tama, mari kita liat dari luar yuk. FYI, Cafe ini tidak memiliki area parkir untuk motor atau mobil sendiri. Parkir kendaraan hanya menggunakan bahu jalan, dan dipakai untuk semua toko yang ada disana. Jadi, mendingan kalau anda rame-rame mending bawa satu kendaraan saja, atau pakai transportasi umum. Daripada ga dapet tempat parkir.. hehehe.

Sisi Luar MMMM Coffee. Taken by Iphone 6s. Click untuk resolusi yang sesungguhnya.


MMMM bisa dibilang seperti jarum dalam tumpukan jerami. Tempatnya nyempil / tersembunyi. Bagi orang yang gatau dari teman atau dari internet, saya rasa impossible bisa menemukan tempat ini. Karena saya yakin, kalau anda sekedar lewat ga bakal keliatan hehehe. Mungkin ini salah satu faktor yang membuat tempat ini tidak terlalu ramai. Dari luar, kita bisa melihat konsep industrialis yang diusung oleh Cafe ini. Kinda mainstream, tapi industrialis memang cocok buat bikin tempat ngopi. Sekarang kita masuk kedalam MMMM.


Logo MMMM, seperti gelombang yang membentuk huruf M. Simple tapi Artsy!


Ketika masuk, ada perasaan kaget. Dari luar, MMMM terlihat kecil, tapi ternyata tidak Boskuuu. Bagian dalam dari cafe ini ternyata lumayan luas. Cafe ini terdiri dari 2 lantai, dimana lantai pertama ada Bar, dan beberapa meja untuk pengunjung.

Lantai 1 dari MMMM


Ketika masuk, anda akan langsung disuguhi menu oleh Waitress atau kalau hoki, anda akan dilayani langsung dengan pemiliknya. Anda disuruh langsung pesan dikasir, baru anda bisa pilih tempat duduk dimana aja. asal jangan diluar gan. he he. Menu yang disediakan Cafe ini tidak terlalu banyak, tapi cukup membuat bingung kita karena semuanya menarik hehehe.  Ada dua jenis olahan kopi yang disajikan. Yaitu Black (Espresso, Ristretto, dan Americano) dan White (Piccolo, Cappuccino, Flat White, etc.). Ada beberapa menu tersebut yang bisa disajikan dingin. Untuk non coffee, cafe ini hanya menyediakan coklat dan matcha. Makanan  yang disediakan lumayan banyak, mulai dari cake sampai lasagna. sayangnya saat saya datang kesini saya sedang dalam kondisi kenyang sehingga tidak makan sama sekali.

Suasana di lantai 2. Cozy abis cuy.




Bar dapat dilihat dari lantai 2.


Ketika saya mencari teman saya yang sudah ada disini sebelumnya, saya lagi lagi takjub ketika naik ke lantai 2. Super ombo men, alias luas banget. ya gak pake banget tapi intinya luas lah. dan lantai 2 dari tempat ini, nyaman banget boy buat untuk sekedar ngobrol sama temen atau pacaran. DAN SATU YANG BENAR BENAR PENTING. CAFE INI DILARANG MEROKOK DIMANAPUN ANDA BERADA. Jadi, ini yang bikin saya bilang kalo tempat ngopi ini berbeda dari yang lain. Kalo orang jawa, gandengannya kopi yang pasti ya rokok. heheh. tapi tidak untuk cafe ini. Kebetulan, saat saya merokok diluar, pemiliknya juga sedang menghisap rokok. Iseng-iseng saya tanyakan kenapa tidak boleh merokok, pemilik dengan santai menjawab - "Males bersihinnya.". Saya hanya tertawa kecil. Tapi inilah daya tarik sebenarnya. perempuan-perempuan yang ingin ngopi enak, atau gossipin orang bisa lari kesini. atau orang yang punya asma akut dan pingin ngopi bisa lari kesini juga.

Lanjut..

Saya pesan 3 Item saat saya berkunjung disini. Piccolo, Ice Chocolate, dan Manual Brewing Kopi. Piccolo yang ada disini lebih enak daripada yang ada di 8oz. entah lidah saya yang error atau gimana, tapi memang menurut saya piccolonya lebih enak disini.

Piccolo. dibelakangnya ada ice chocolate saya yang sudah tewas.


MMMM menggunakan mesin kopi dari Kees Van Der Westen, pabrikan asal belanda. Cafe ini menggunakan tipe Spirit, yang harganya digadang-gadang bisa buat beli Datsun Go+ 3 Biji ! hehehe.

Bali Kintamani - Pour Over.


Saat saya order Manual Brewing, saya bertanya. biji lokalnya ada apa saja? ternyata hanya ada Bali. Dan ketika saya tanya pakai metode apa, saya hanya dijawab singkat "ya manual brewing". Jawaban ini membuat saya sedikit kecewa, dan ketika saya ingin minta pakai metode pour over / banyak dikenal orang dengan nama V60, saya dijawab lagi "semuanya sama". yah saya hanya diam saja. mungkin saya dianggap orang awam yang hanya tau teh hangat di warung sebelah. heheh. Dan ketika saya coba kopinya.. hmm bitternya terasa. mungkin karena suhu masih tinggi? saya biarkan dulu beberapa saat.. dan ternyata tetap bitter. teman saya yang sekolah kopi di surabaya juga berkata sama, bitter. tapi tipis. jadi overall masih lumayan enak untuk di sruput.

Untuk Ice chocolate, saya tidak akan tampilkan fotonya karena habis sebelum difoto huhu :( tapi rasanya enak lah, standart cafe.

Dari 3 menu yang saya pesan, saya merogoh kocek 100.000 Rupiah. Berarti, setiap item jika dirata-rata memiliki harga sekitar 33.000. Harganya memang lumayan, bahkan menurut saya murah untuk apa yang anda dapatkan. Sangat Worth it bosssssssssss. Tempat yang nyaman, full AC tanpa asap rokok, pengunjung tidak terlalu ramai, minuman dan makanan yang enak membuat saya sangat merekomendasikan tempat ini bagi kalian yang ingin fokus belajar, berpacaran, atau sekedar ngopi iseng bersama teman-teman.



Sekian Review saya, bagi kalian yang ingin berkunjung ke MMMM coffee, bisa klik google maps yang tertera dibawah. Sampai Jumpa di review lainnya !


Comments